virus wannacry

Fakta Virus Wannacry Ransomware

Virus Wannacry – Akhir akhir ini jagad dunia maya seakan dipenuhi berita berita yang sedikit tidak sedap. Mulai dari bertebarannya berita hoax di media sosial, saling catut dan menghakimi akibat salah share, dan diserangnya situs situs oleh para hacker. Mulai dari yang paling booming di Indonesia adalah diretasnya situs provider Telkomsel. Tujuannya pun jelas, rupanya si hacker mengeluhkan tarif internet yang mahal. Dampak dari aktifitas hacking itu pun langsung ada, dengan turunya tarif yang dikeluarkan Telkomsel. Meskipun tidak secara seluruhnya, dan masih terkesan implisit saja.

Namun, rupanya hacking pada situs Telkom ini membawa dampak lain yuang lebih berbahaya. Yakni munculnya keberanian beberapa hacker untuk mulai meretas situs situs Indonesia. Tidak hanya situs berbasis bisnis namun jugga situs pemerintahan. Dan lebih parahnya adalah situs situs yang dikelola oleh perorangan atau UKM kecil. Banyaknya hacker hacker “baru gede” yang show off ini sempat membuat kericuhan beberapa pebisnis online di Indonesia.

Namun rupanya riak dunia online tidak hanya berasal dari dalam negeri. Namun juga luar negeri dengan menyebarnya virus Wanna Cry yang menghebohkan bebrapa minggu belakangan ini. Virus yang mengambil data pengguna kemudian mengenmcrypt data ini menyasar situs situs besar dunia. Dan kebanyakan adalah rumah sakit.

Tidak hanya rumah sakit dunia namun juga Indonesia. Virus Wannacry “menyandera” data data pengguna dan menuntut tebusan untuk me-release data tersebut. Dan jumlah tebusan nya pun akan semakin naik sejalan dengan tenggat waktu yang mereka berikan.

Fakta Virus Wannacry

virus wannacry

Berikut ini adalah fakta fakta mengenai virus wannacry yang sempat booming tersebut.

  1. Penggunaan Bit Coin Sebagai Alat Tebus

Dalam penyanderaanya, si peretas meminta sejumlah tebusan yang berbeda beda pada para korbanya. Jumlah inipun semakin bertambah dengan tenggat waktu yang semakin menipis. Dan jika tidak dibayarkan maka data yang mereka sandera diancam akan dihapus.

Penggunaan Bit Coin sebagai alat tebus menarik untuk disimak. Mengingat Bitcoin adalah sistem mata uang digital yang tidak terikat oleh negara manapun. Sehingga bitcoin memiliki kekuatan tersendiri dan tidak akan mengalami devaluasi. Pengguna bit coin pun sangat sulit dilacak sehingga memberikan keamanan extra pada para peretas untuk menggunakannyua di kemudian hari.

  1. Dugaan Korea Utara Sebagai Dalang

Dugaan Korea Utara dibalik serangan virus ransomware wannacry di dunia ini sempat santer setelah media media di AS memberitakannya. Korea Utara memang akhir akhir ini menjadi topik hangat setelah banyak menjalankan latihan latihan militer di perbatasan Korea Selatan. Korea Utara dituding menjadi dalang dari serangan digital ini, meski pihak mereka secara tegas tidak mengakui itu hasil perbuatan mereka. Uniknya adalah, virus ransomware wannacry ini sebelumnya merupakan senjata cyber milik Amerika Serikat yang dikembangkan menjadi virus.

Baca Juga: 6 HP Tahan Air Ini Bisa Kamu Ajak Berenang

  1. Dipecahkan Oleh Pemuda Berusia 22 Tahun

Seorang pemuda asal Inggris yang mengaku bernama MalwareTech ini berhasil menemukan sebuah cara untuk memulihkan data yang diserang virus ransomware wannacry. Pria ini juga menemukan cara untuk mengatasi serangan ini adalah dengan mendaftarkan domain yang digunakan untuk menyebarkan virus wannacry. Namun, bukan berarti virus ini sudah berhasil dipulihkan secara sutuhnya. Mengingat ransomware wannacry pernah booming jauh sebelum belakangan ini. Tepatnya pada tahun 2010, so be careful guys.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *